LAJU REAKSI KIMIA_Nabila Qariah Meysun (XI.A)

 

REMEDIAL KIMIA

 1. Jelaskan 5 faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi?

    Jawaban:

1. Konsentrasi

Konsentrasi adalah jumlah zat yang terlarut dalam volume tertentu.

Semakin tinggi konsentrasi, semakin banyak jumlah partikel zat dalam suatu ruang. Akibatnya, frekuensi tumbukan antar partikel meningkat, sehingga peluang terjadinya tumbukan efektif juga semakin besar.

Karena reaksi kimia terjadi melalui tumbukan partikel, maka laju reaksi akan menjadi lebih cepat.

Kesimpulan:

Semakin besar konsentrasi → laju reaksi semakin cepat.

Contoh:

Larutan HCl 2 M akan bereaksi lebih cepat dengan Mg dibanding HCl 1 M. 


2. Suhu

Suhu sangat memengaruhi energi kinetik partikel.

Jika suhu dinaikkan, partikel bergerak lebih cepat dan memiliki energi yang lebih besar. Hal ini menyebabkan:

tumbukan lebih sering terjadi

tumbukan menjadi lebih kuat

lebih banyak partikel mencapai energi aktivasi

Energi aktivasi adalah energi minimum agar reaksi dapat berlangsung.

Kesimpulan:

Semakin tinggi suhu → laju reaksi semakin cepat.

Contoh:

Gula lebih cepat larut dalam air panas daripada air dingin.

Makanan lebih cepat basi di suhu ruang daripada di kulkas. 


3. Luas Permukaan

Faktor ini terutama berlaku untuk zat padat.

Semakin kecil ukuran partikel, semakin luas permukaan bidang sentuhnya.

Contohnya, serbuk memiliki luas permukaan lebih besar daripada bongkahan.

Karena luas bidang sentuh lebih besar, jumlah partikel yang dapat bertumbukan juga lebih banyak sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.

Kesimpulan:

Semakin luas permukaan → laju reaksi semakin cepat.

Contoh:

Serbuk kapur bereaksi lebih cepat dengan asam dibanding batu kapur yang masih utuh. 


4. Katalis

Katalis adalah zat yang mempercepat reaksi tanpa ikut habis bereaksi.

Katalis bekerja dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga reaksi menjadi lebih mudah terjadi.

Akibatnya, lebih banyak partikel dapat bereaksi dalam waktu singkat.

Kesimpulan:

Adanya katalis → laju reaksi meningkat.

Contoh:

Enzim dalam tubuh mempercepat proses pencernaan makanan. 


5. Sifat / Kereaktifan Zat Pereaksi

Setiap zat memiliki sifat kimia yang berbeda.

Ada zat yang sangat mudah bereaksi, ada juga yang sulit bereaksi.

Zat yang lebih reaktif akan lebih mudah mengalami perubahan kimia karena lebih mudah melepaskan atau menerima elektron.

Kesimpulan:

Semakin reaktif zat → laju reaksi semakin cepat.

Contoh:

Logam magnesium bereaksi lebih cepat dengan asam dibanding tembaga. 


2.Perhatikan data hasil percobaan berikut untuk reaksi:

Data hasil pengamatan disajikan dalam tabel berikut:

Reaksi:

2N₂O₄(g) + O₂(g) -> 2N₂O₅(g)


-----------------------------------------------------------

| Percobaan | [N₂O₄] (M) | [O₂] (M) | Laju Reaksi |

-----------------------------------------------------------

|        1         |       0,1      |     0,1      |        2,4        |

|        2         |      0,1       |     0,12     |        2,4        |

|        3         |      0,2       |     0,2      |        4,8        |

-----------------------------------------------------------

Tentukan:

a. Orde reaksi terhadap 2N₂O₄

b. Orde reaksi terhadap O₂

c. Persamaan laju reaksi

d. Harga konstanta laju 

e. Laju reaksi jika konsentrasi N₂O₄ dan O₂ masing-masing 0,5 M


  Jawaban:

a. Orde reaksi terhadap N₂O₄

Bandingkan percobaan 2 → 3:

[N₂O₄] naik 2× (0,1 → 0,2)

Laju naik 2× (2,4 → 4,8)

→ orde = 1


b. Orde reaksi terhadap O₂

Bandingkan percobaan 1 → 2:

[O₂] naik 2× (0,1 → 0,2)

Laju tetap (2,4 → 2,4)

→ orde = 0


c. Persamaan laju reaksi

Rumus umum: v = k [N₂O₄]ᵐ [O₂]ⁿ

Masukkan orde: v = k [N₂O₄]¹ [O₂]⁰

v = k [N₂O₄]


d. Harga k

Pakai data percobaan 1: 2,4 = k × 0,1

k = 2,4 / 0,1 = 24

Satuan k = s⁻¹


e. Laju reaksi jika [N₂O₄] = 0,5 M dan [O₂] = 0,5 M

Karena orde O₂ = 0 → tidak berpengaruh

v = k [N₂O₄]

v = 24 × 0,5 = 12 M/det

Komentar